Laporan Perkembangan ABK

LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

SLB ABC YPLAB LEMBANG

TAHUN AJARAN 2012-2013

SEMESTER I (SATU)

 

  1. Perkembangan Billy

 

  1. Aspek fisik

Pada aspek fine motor skill pada firman tidak ada hambatan yang berarti, anak pada dasarnya tidak mengalami kesulitan untuk beraktivitas dalam perkembagan motorik anak dapat menulis kata-katanya sendiri,dengan meniru text book. Walaupun ada kata-kata yang salah atsau terbali, kurang tepat, tapi pada dasarnya anak sudah dapat meniru tulisan.

atau memengang gelas, memegang piring dan lain-lain. Adapun dalam mewarnai anak dapat mewarnai gambarnya sendiri walaupun tidak merata.

Pada aspek gross motor skill, firman dapat bergerak lincah dan bisa dikatakan super aktif dalam melakukan aktivitas motorik kasar, terlihat jelas dalam kegiatan olah raga dan akademik tidak mengalami hambatan dalam bergerak contohnya; melompat, duduk, berlari, berjalan dan lain-lain.

  1. Aspek Perkembangan kognisi/Intelegensi

Pada perkembangan intelegensi anak cukup berkembang signifikan dalam hal;

  • Memory

Kemampuan anak dalam mengingat cukup baik untuk ukuran anak berkebutuhan khusus, terbukti dengan anak mengingat pesan dari guru kepadanya yang langsung dikerjakan anak pada waktu itu, tentunya dengan bimbingan dari guru kelasnya, sehingga anak dapat melaksanakan hal tersebut. Kemampuan ini sebatas sesaat atau jangka pendek (short memory span). Dalam long memory span anak mengalami hambatan karena anak autism yang cenderung memiliki karakterisitk dunianya sendiri.

 

 

  • Befikir.

Kemampuan anak dalam  berfikir mengalami hambatan karena ia dikategorikan anak autism tipe Sindrom Asperger  Anak sibuk dengan dunianya sendiri, tidak menghiraukan dunia luar. Terbukti anak dapat memahami instruksi yang diberikan oleh guru. Untuk membaca anak belum bsia sebatas mengenal angka saja, tapi kalau terus dibimbing pasti biasa baca. Kemampuan matematika anak sebatas mengenal angka dari 1 s.d 10. Kemampuan pengetahuan umum lainnya bisa diarahkan karena anak autis memiliki IQ yang normal.

  • Konsentrasi

Pada aspek konsentrasi anak cenderung mengalami hambatan, karena anak memiliki karakteristik asperger sindorm. Jadi anak cenderung mudah beralih konsentrasinya. Anak cenderung sulit untuk menerima perintah atau rangsangan dari luar, jika diberi metode yang benar anak dapat ditingkatkan dengan tetap memeliara kontak mata agar tercapai konsentrasi yang optimal bagi anak autis

  •  Adaptasi

Kemampuan anak dalam beradaptasi cenderung mengalami hambatan anak kadang withdrawl, dan tidak suka bergaul atau beradaptasi pada lingkungan yang baru, tapi dengan adanya pembelajaran di sekolah billy sedikit-demi sedikit dapat beradaptasi dengan teman sebayanya dengan tertawa. tapi untuk lingkungan baru anak mengalami hambatan atau kesulitan untuk beradaptasi dan membutuhkan bimbingan dari guru kelas.

  • Problem solving

Kemampuan menyelesaikan masalah anak sedikit mengalami hambatan, untuk menyelesaikan masalah anak perlu bimbingan langsung dari guru kelasnya. Apabila ada arahan atau bimbingan anak dapat segera menyelesaikan masalahnya.

 

  1. Aspek Perkembangan Emosi

Anak memiliki perkembangan emosi yang cukup stabil, diantaranya:

 

 

  • Emosi sensoris

Pada aspek emosi ini anak  mengalami hambatan, dapat dikatakan tidak memiliki emosi pada awalnya. Tetapid dengan adanya proses belajar mengajar anak dapat merasakan sentuhan emosi dari luar, dan mengurangi perilaku menyendirinya dengan tertawa apabila melihat hal-hal yang lucu, marah apabila anak diganggu oleh teman sebayanya.

 

  • Emosi Psikis

Aspek ini anak   mengalami hambatan, terlihat dengan suka tertawa berlebih-lebihan tanpa ada alasana atau rangsangan dari luar, apabila hal ini terjadi guru suka menegur anak dan anak kembali fokus.

 

  1. Perkembangan Kematangan Sosial
  • Self Helf General

Kemampuan menolong dirinya sendiri untuk ancaman dari luar, anak autis kurang dapat mempertahankan dirinya ia apabila disakiti oleh temannya cenderung diam dan tidak melawan, dengan proses pembelajaran di sekolah anak mulai mau melawan apabil temannya menyakitinya dengan menghidar.

  • Self Helf Eating

Kemampuan untuk memakan dam minum dapat dilakukan anak seorang diri, anak dapat minum dan makan tanpa memerlukan bantuan orangtuanya atau ibunya, anak mandiri melakukannya.

 

  • Occupation skill

Anak mampu dapat mampu melakukan pekerjaannya untuk dirinya sendiri, contohnya anak ingin minum  anak dapat mengamil minumnya sendiri tanpa dibantu oleh orang lain. Anak autis harus diberi contoh dulu dalam melakukan hal setelah itu anak baru bisa melakukannya dengan sendiri.

  • Communication

Pada aspek komunikasi anak mengalami hambatan, dikarenakan organ bicara anak mengalami hambatan anak sering diulang-ulang atau mengeluarkan suara berdesis. Dengan pembelajaran anak dapat dilatih untuk berbicara sepatah kata, dengan latihan yang teratur anak autis dapat lancara mengucapkan kata atau kalimat dengan benar, itu semua dapat memerlukan proses yang panjang, tapi ada harapan untuk berbicara dengan jelas apabila sering dilatih di rumah maupun di sekolah.

 

  • Locomotion

Anak dapat bergerak sesuai dengan yang ia inginkan karena, motorik kasar dan halus anak tidak mengalami hambatan sehingga anak dapat bergerak kemanapun yang ia sukai.

  • Socialization

Kemampuan berinterki sosila anak tidak begitu baik, anak kadang kalau di luar sering menutup muka , dengan pembelajaran anak dapat menguranginya dan guru dalam hal ini suka menegur anak sewaktu menutup mukanya, seiring berjalannhya waktu anak dapat  bersosialisasi pada teman sebayanya yang ia kenal. Tapi untuk orang baru anak autis memerlukan bimbingan dari guru.