PTK: Bab II

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. DAYA KONSENTRASI BELAJAR

1. Makna Daya

Daya secara perkaata adalah kemampuan sesorang untuk melakukan sesuatu hal. Sedangkan daya menurut Kamus Bahasa Indonesia Online (2011:page 1):

(1) kemampuan melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak: bangsa yg tidak bersatu tidak akan mempunyai — untuk menghadapi agresi dr luar; (2) kekuatan; tenaga (yg menyebabkan sesuatu bergerak dsb); (3) muslihat: ia melakukan segala tipu — untuk mencapai maksudnya; (4) akal; ikhtiar; upaya: ia berusaha dng segala — yg ada padanya

Dapat disimpulkan bahwa daya adalah kemampuan untuk bergerak dengam memiliki maksud dan tujuan yan ingin dicapai.

2. Makna Konsentrasi

Konsentrasi adalah memfokuskan sesuatu secara menyeluruh pada suatu hal atau kegiatan, sedangkan menurut Kamus Bahasa Online (2011:pge 1):
“(1).pemusatan perhatian atau pikiran pd suatu hal; (2) pemusatan tenaga, kekuatan, pasukan, dsb di suatu tempat.i daerah perbatasan; (3) pemusatan beberapa penerbitan dl satu kekuasaan”

Dari pernyataan di atas disebutkan konsentrasi merupakan pemusatan pikiran pada sesuatu hal denga seluruh kekuatan kita.

3. Makna Belajar

Belajar bisa bermakna mempelajari sesuatu hal yang baru yang belum pernah di alami seseorang, menurut Kamus Bahsa Onlie :
“(1) berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu: (2)berlatih; (3) berubah tingkah laku atau tanggapan yg disebabkan oleh pengalaman”

Jadi belajar menurut kamus bahas online menyatkan belajar merupakan cara memperoleh kepandaian dengan cara berlatih sehingga perilaku berubah. Belajar menurut Morgan (1978:35) ‘belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau suatu pengertian.” Pernyataan morgan tersebut hamper sama dengan defenisi kamus onllien intinya dalam pembelajaran adanya suatu perubahan perilaku melalui latihan atau pengalaman seseorang.

4. Makna konsentrasi belajar

sedangkan konsentrasi belajar adalah pemusatan daya pikir dan perbuatan pada suatu objek yang dipelajari dengan mengalau atau menyisihkan segala hal yang tidak ada hubungannya dengan objek yang dipelajari (www.scribd.com/doc/3816143/pengaruh-konsentrasi belajar )

dari Urian di atas menegaskan konsentrasi belajar dengan jelas menyatakan kemampuan seseorang untuk memfokuskan sesuatu yang meghalangi dirinya dalam memperlajari sesuatu hal yang dapat merubah perilaku seseorang lewal latihan dikarenakan pengalaman yang ia alami.

B. ANAK AUTIS

1. Makna Anak

Anak adalah seseorang individu yang berada di bawah usia 5 tahun perkembangan, sedangkan menurut Department of Child and Adolescent Health and Development, mendefinisikan “anak-anak sebagai orang yang berusia di bawah 20 tahun”. Sedangkan The Convention on the Rights of the Child mendefinisikan” anak-anak sebagai orang yang berusia di bawah 18 tahun”. Jadi inti dari defenisi di atas adalah anak adalah usia berkisar di bawah 18-2o tahun.

2. Makna Anak Autis

Anak autis atau isitlah yang tepat dengan sebutan autism infatil atau autism masa kanak-kanak. Autisa berasal dari kata auto yang berarti sendiri. Sedangkan autism mempunyai cirri-ciri sebagai berikut “selektif berlebihan terhadap rangsangan, kurangnya motivasi untuk menjelajahi lingkungan baru, respon stimulasi diri sehingga mengganggu integrasi social dan respon unik terhadap imbalan (reinfoecement)” (Handojo, 2006:13)

Sebagaimana yang dipaparkan karakteristik anak autis yang begitu komples yang apabila kita perhatikan mereka begitu banyaknya hambatan pada diri mereka sendir yang mana hambatan ini tentunya bisa berdampak pada pembelajaran mereka sehingga mamerlukan metode khsusu untuk menangani anak autis. Menurut pegamatan peneliti anak autism sering mengalami hambatan dalam bahasa mereka sering mengulang-ulang bahasa yang diucapkan dan kadang aneh dan tidak memiliki arti dan itu semua bukanlah karana mereka tidak mampu menggunakan bahasa tetapi ketiak mampuamn mereka dalam berkomunikasi sebagaimana yang diungkapkan oleh Ministry of Education Special Programs Branch (2000:3) :

Language difficulties that may be present include:

• difficulties with non-verbal communication:

• inappropriate facial expressions

• unusual use of gestures

• lack of eye contact

• strange body postures

• lack of mutual or shared focus of attention

• delay in or lack of expressive language skills

• significant differences in oral language, for those who do develop language:

• odd pitch or intonation

• faster or slower rate than normal

• unusual rhythm, or stress

• monotone or lilting voice quality

• repetitive and idiosyncratic speech patterns

• echolalic speech, immediate or delayed literal repetition of the

speech of others:

• appears to be non-meaningful, but may indicate an attempt

to communicate

• indicates the ability to produce speech and to imitate

• may serve a communication or cognitive purpose for the

student

• restricted vocabulary:

• dominated by nouns

• often confined to requests or rejections to regulate one’s

physical environment

• limited in social functions

• tendency to perseverate on a topic—that is, to continually

discuss one topic and have difficulty changing topics

• difficulty with pragmatics of conversation:

• problems initiating the communication

• difficulty using unwritten rules

• inability to maintain conversation on a topic

• inappropriate interrupting

• inflexibility in style of conversation, stereotypic style of

Speaking

Jadi makna dari kutipan di atas menjelaskan bahwa anak autis mengalami hambatan dalam berkomukasi non verbal, ekspresi dalam mengungkapkan perasaan logat bahasa/intonasi, keterbatasan dalam pembendaharan kata, kesulitan berkonsentrasi dalam percakapan dengan sesame dan kestabilan dalam mempertahankan percakapan dengan orang di sekitarnya.

C. Media Puzzle

1. Makna Media

menurut hemat saya adalah alat atau bahan sesuatu sebagai penghantar untuk mencapai tujuan,

Menurut Akhmad Sudrajat (2011) Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.

Dari pernyataan beliau menegaskan betapa pentingnya media untuk menghantarkan kita pada suatu pesan, yang dalam hal ini media yang beliau katakana sebagai pegantara kita untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini media yang peneliti gunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yakni meningkatkan konsentrasi belajar anak.

Sedangkan menurut Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna

Dalam paparan di atas dengan jelas disebutkan betapa pentingnya media dalam menjalin proses komunikasi dengan siswa, yang diharapkan dengan media tersebut anak dapat meningkat konsentrasi belajar anak.

2. Fungsi Media Pembelajaran

Media pembelajaran sangat berperan serta dalam kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah. Sebagaimana yang disebutkan oleh Menurut Sadiman (2002:16), media pembelajaran mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:
a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis

(dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)

b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.

c. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media pendidikan berguna untuk:
1) Menimbulkan kegairahan belajar.
2) Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik

dengan lingkungan dan kenyataan.
3) Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut

kemampuan dan minatnya.

d Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam:
1) Memberikan perangsang yang sama.
2) Mempersamakan pengalaman.
3) Menimbulkan persepsi yang sama.
Berdasarkan manfaat tersebut, nampak jelas bahwa media pembelajaran mempunyai andil yang besar terhadap kesuksesan proses belajar mengajar. Dan diharapkan dengan media ini daya konsentrasi belajara anak meningkat.

Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997 : 16) yaitu :

1. Gambar diam, baik dalam bentuk teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor.

2. Gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara.

3. Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam.

4. Televisi

5. Benda – benda hidup, simulasi maupun model

6. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).

Dalam hal inii media puzzle termasuk benda diam yang terbuat dari papan

Yang dapat berperan penting dalam meningkatkan pembelajaran anak.

3. Makna Puzzle

Puzzle merupakan teke-tekai,dan tidak utuh, dalam hal ini media puzzle berbentuk gambar buah-buahan yang bentuknya terpotong-potong, yang kalau digabungkan dapat menjadi sebuh gambar buah-buahan yang utuh.

Sedangkan Puzzle menurut arti kata (www. http://www.artikata.co) adalah . (1) a particularly baffling problem that is said to have a correct solution. (2). a game that tests your ingenuity. (3). Something which perplexes or embarrasses; especially, a toy or a problem contrived for testing ingenuity; also, something exhibiting marvelous skill in making source,(4). be a mystery or bewildering to (5). be uncertain about; think about without fully understanding or being able to. (6). To perplex; to confuse; to embarrass; to put to a stand.(7). To be bewildered, or perplexed

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa puzzle intinya yakni suatu permainan yang kompleks mengetes kemampuan seseorang yang untuk menyelesaikannya membutuhkan keahlian tertentu.

4. Kemampuan Menulis

Menulis adalah kemampuan mendasar yang harus siswa miliki sebagai modal untuk melaksanakan proses belajar mengajar di kelas.

Sedangkan menurut unisniaire (2009 : page 1): “Menulis adalah menulis adalah membuat hurup, angka, kode dan tanda baca lainnya.” Dalam paparan di atas hampir senada dengan penullis bahwa menulis membuat bentuk huruf, angka dan kode bacaan sehingga menjadi bermakna bagi individu tersebut.

Menurut Shvoong (2011: 3) Menulis menulis diartikan menggoreskan huruf dengan alat tulis (pensil atau pen) di atas kertas atau membuat suatu catatan untuk merekam hal-hal yang dianggap penting. pikiran ke dalam bentuk tulisan atau menceritakan sesuatu kepada orang lain melalui tulisan.

Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah mencurahkan segala pikiran berbentuk goresan huruf, angka. Kode lainnya, dan tanda baca agar dengan kegiatan menulis ini proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.

Kegiatan menulis ini pada khususnya dibahas pada bidang studi bahasa Indonesia yang dalam kurikulum KTSP untuk kelas 2 SDLB- C1 aspek menulis dipaparkan dalalm kegiatan menulis awal dengan meniru, atau menebelakan. Kegiatan menebalkan dilakukan karena anak autis yang saya tangani belum bisa meniru tulisan sendiri dari textbook, tetapi harus diawali oleh tulisan sebelumnya dengan guru memberikan titik-titik pada siswa autis.