PTK:Penerapan Media Puzzle untuk meningkatkan daya konsentrasi Belajar pada Bidang Studi Bahasa Indonesia dalam aspek Menulis bagi Anak Autis (Kelas 2 SDLB di SLB ABCD YPLAB Lembang

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

Pada bab ini penulis akan membahas dua permasalahan pokok, yaitu: bagian A, membahas tentang gambaran umum sekolah sasaran, yang meliputi : (1) Profil Sekolah, (2) Data Siswa Sekolah Sasaran, (3) Deskripsi awal Pe nggunaan Media Puzzle kelas 2 Autism SDLB Sekolah Sasaran. dan (4) Analisis, refleksi, dan rencana tindakan. Bagian B, membahas tindakan pertama, ke dua

  1. A.    Gambaran Umum Sekolah
    1. 1.      Profil Sekolah

Nama Sekolah                   : SLB ABC YPLAB Lembang

Status Sekolah                  : Swasta

Alamat Sekolah                 : Jl. Barulaksana No. 183 Lembang

Waktu Penyelenggaraan   : Pagi

Nama Kepala Sekolah       : Sukandar, S.Pd

 

  1. 2.      Data Siswa

Untuk data siswa di kelas 2 SDLB di SLB ABC YPLAB Lembang Negeri Bandung tercantum dalam profil berikut ini:

Nama                           : Muhammad Billy Abdurrahman

Tempat/Tgl. Lahir       : Bandung, 02 Juli 2001

Jenis Kelamin              : Laki-laki

Ayah/Ibu                     : Iwan Hermawan

Pekerjaan Ayah           : Honorer BALISA

Pekerjaan Ibu              : Ibu Rumah Tangga

Agama                         : Islam

 

  1. 3.      Deskripsi Awal Proses Pembelajaran Dengan menggunakan Media Puzzle di kelas 2 SDLB YPLAB Lembang

Pada observasi yang dilaksanakan pada hari Senin pukul 08.00 sampai dengan 11.00, saat itu sedang membahas  pokok bahasan  “Meniru tulisan”..

Kegiatan membuka pelajaran, guru mengucapkan salam kepada peserta didik (Billy) dan menanyakan kabar anak dan memotivasi belajar anak agar bersemangat dalam menjalani kegiatan pembelajaran di sekolah.

Kegiatan pendahuluan dengan guru melaksanakan  apersefsi mengenai materi pelajaran yang telah diajarkan sebelumnnya agar siswa mengingat kembali memorynya pada masa pembelajaran sebelumnya sekaligus menyiapkan kondisi mental anak untuk menghadapi pembelajaran menulis.

Kegiatan pokok guru menerangkan materi pelajaran mengenai benda-benda di sekitar kelas dan mulai menulis nama-nama benda tersebut di papan tulis. Guru menuliskan kata benda di dalam buku tulisanya dengan memakai garis putus-putus dikarenkan siswa belum bisa menulis mandiri misalkan

 

Kemudian guru mempersilahkan kepada peserta didik untuk menebalkan huruf-huruf tersebut. Dalam menebalkan guru biasanya memberikan tulisan putus-putus pada siswa sejumah 10 baris. Siswa kemudian mengerjakan insturksi yang telah diberikan oleh guru dengan menebalkan tulisan tersebut, dan hasilnya siswa tidak mencapai 3 baris siswa tidak menyelesaikannya dia malah mogok, dan bergemetrak gigi-giginya sambil memainkan kata-kata yang tidak bermakna. Sekalipun dicoba untuk mengerjakannya siswa malah melakukan aksi diam tidak mau menebalkan kata-kata yang telah guru  berikan.

Untuk mengatasi masalah konsentrasi anak dalam mengerjakan tugas guru dalam hal ini menulis maka guru memberikan media puzzle buah-buahan sebagai selingan agar anak tidak bosan untuk mengerjakannya lagi dan begitulah seterusnya sampai peserta didik benar-benar menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh guru,

Setelah pembahasan materi selesai guru melakukan evaluasi kepada siswa dengan memberikan tes menyalin kata-kata yang telah diberikan oleh guru lewat lembaran kerja siswa..

Hasil dari evaluasi dikumpulkan untuk dinilai, yang akan dijadikan sebagai bahan perbaikan dan pengayaan serta analisa, berhasil tidaknya proses pembelajaran yang telah diberikan bagi peserta didik.

Kegiatan akhir adalah guru menvimpulkan kembali pembahasan materi, dan memberikan semangat kepada siswa untuk tetap belajar, jangan malas. Kemudian guru menutup pembelajaran, dengan mengucapkan wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

 

  1. 4.      Analisa, Refleksi dan Rencana Penerapan Model Interaktif

Berdasarkan hasil observasi sebagaimana yang telah digambarkan di atas mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan media puzzle untuk meningkatkan daya konsentrasi belajara siswa autis di kelas 2 bila dilihat dari perincian waktunya dapat diklasifikasikan pada tabel berikut ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.1

Rincian Waktu Pelaksanaan Pembelajaran dengan media Puzzle di Kelas 2 SDLB YPLAB Lembang

No.

Jenis Kegiatan

Waktu

1.

Kegiatan awal

5 Menit

2.

Kegiatan inti

  1. Penjelasan materi
  2. Pemberian Tugas
  3. Evaluasi

5 Menit

10 Menit

5 Menit

3.

Kegiatan akhir

5 Menit

Jumlah

30 Menit

 

Data pada tabel diatas menunjukan bahwa kegiatan pemberian tugas porsinya lebih banyak bila dibandingkan dengan evaluasi dan penjelasan materi, karena dalam menghadapi anak autis harus langsung kepada penugasan kalau lebih banyak menerangkan akan membuat anak menjadi pusing.

Tabel 4.2

Aktivitas dan Perhatian Siswa Terhadap Pembelajaran

No.

Indikator

Keterangan

1.

Perhatian

Kurang

2.

Penyelesaian tugas

Kurang

Berdasarkan informasi dari tabel di atas, menunjukan adanya indikator dari siswa yang masih jauh dari harapan pembelajaran.  Masih adanya gejala tingkat konsentrasi belajar yang masih kurang optimal dari peserta didik.  Atas dasar itulah perlu dilakukan perbaikan-perbaikan dalam proses pembelajaran.

Tindakan awal yang dilakukan penulis adalah dengan cara mengadakan refleksi terhadap metode atau model pembelajaran yang penulis lakukan selama ini. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui daya konsentrasi belajar siswa  dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Dengan demikian penulis bisa melakukan langkah yang tepat dalam menerapkan suatu media  pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Yang pada akhirnya akan tercapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Dari hasil tindakan awal tersebut penulis dapat menganalisis  ketidaktercapaian tujuan pembelajaran dikarenakan oleh tingkat konsentrasi siswa yang rendah dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, yang disebabkan kurangnya variasi dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Atas dasar itulah penulis akan berusaha untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dengan merencanakan suatu tindakan dengan penerapan model pembelajaran dengan menggunakan media puzzle dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas  sebagai solusi pemecahan permasalahan di atas.

 

  1. B.     Pelaksanaan Tindakan

Tindakan Pertama

  1. 1.      Perencanaan

Guru mempersiapkan lembaran kerja siswa yang berisikan kata yang diberi putus-putus oleh guru yang selanjutnya oleh peserta didik ditebalkan kata-kata tersebut. Tujuannya untuk mengetahui ketuntasan di dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, yang akan dibahas pada pertemuan proses pembelajaran tindakan pertama.

 

  1. 2.      Pelaksanaan dan Observasi Pembelajaran

Tindakan pertama ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11Apri1 2011. Dari kegiatan perencanaan yang telah diselesaikan oleh siswa dijadikan sebagai kegiatan awal yang dilakukan guru untuk pemberikan pre test. Sasaran yang ingin dicapai melalui pre test,     yakni : a) untuk mengetahui tingkat ketuntasan siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru  dan b) untuk mengetahui tingkat daya konsentrasi belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

 

Adapun hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.3.

 

Tabel 4.3

Nilai Pre Test Siswa Tindakan Pertama

No.

Nama

Nilai

Keterangan

1.

Muhammad Billy A

4

Batas ketuntasan dalam

task commitment 7

 

Data pada tabel di atas dapat dianalsis  bahwa billy tidak memenuhi batas kriteria yang telah ditentukan oleh guru.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan kegiatan guru membuka pelajaran. Guru melakukan tanya jawab tentang kehadiran siswa. Selanjumya guru menugaskan kepada peserta didik untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru dengan semangat belajar yang tinggi.

Pada bagian inti, guru menginformasikan materi yang akan diajarkan. Kegiatan untuk siswa yaitu siswa ditugaskan untuk menyelesaikan tugas yakni menyalin kata-kata yang telah diberikan oleh guru ke dalam buku tulisnya.. Guru menyarankan kepada siswa agar dapat menyelesaikan tugasnya dengan tuntas..

 

 

Tabel 4.4

Nilai Post Test Siswa Tindakan Pertama

No.

Nama

Nilai

Keterangan

1.

Muhammad Billy A

7

Batas ketuntasan dalam

task commitment  7

 

Data pada tabel di atas dapat dianalsis  bahwa billy nilainya 5 dan tidak memenuhi batas kriteria yang telah ditentukan oleh guru yakni nilai 7 adalah target yang  harus dicapai oleh billy agar dinyatakan mampu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan benar.

 

  1. 3.      Analisis, Refleksi dan Revisi Pembelajaran

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap tindakan pertama menunjukan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media puzzle  belum sesuai dengan yang diharapkan, walaupun sedikit ada peningkatan daya konsentrasi sekalipun hanya 40% tetapi ada kemajuan yang lumayan.

Untuk aspek yang berhubungan dengan perhatian dan penyelesaian tugas yang diberikan oleh guru belum menampakan hasil yang rnaksimal ini terlihat dari semangat peserta didik yang masih kurang antusias.

Berdasarkan hasil temuan seperti digambarkan di atas, langkah selanjutnya, mengadakan refleksi yang hasilnya adalah sebagai berikut:

a)      Guru perlu memfokuskan pada pengoftimalam media puzzle dengan sesering mungkin mengguanakan media puzzle dan kuantitasnya diperbanyak..

b)      Guru perlu member semangat yang extra untuk memotivasi siswa agar tekun dalam mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru.

c)      Suasanan kelas harus lebih rilex agar siswa tenang dalam menjalani pembelajannya.

 

Tindakan Kedua

  1. 1.      Perencanaan

Tindakan kedua ini dilaksnakan pada hari Rabu tanggal 02 Mei  2011. Pada tahap  ini guru  seperti biasanya membagi lembaran kerja siswa. Kemudian siswa mengerjakannya dan biasanya siswa menjadi boring untuk melakukannya siswa oleh  guru diberikan waktu kompensasi dengan diberikan puzzle sejumlah  3 buah, kalau pada siklus 1 anak diberikan 2 buah. Dan kemudian setelah itu anak mengerjakan tugasnya yang belum terselesaikan atau belum selesai

 

Pelaksanaan dan Observasi Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan awal adalah guru memeriksa hasil pre test yang telah diselesaikan oleh siswa. Sasaran yang ingin dicapai yakni : 1) untuk mengetahui tingkat konsentrasi siswa pada saat pembelajaran 2) untuk mengetahui ketuntasan siswa dalam mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru.

Adapun hasil pre test individu dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.5

Nilai Pre Test Siswa Tindakan Kedua

No.

Nama

Nilai

Keterangan

1.

Muhammad Billy A

6

Batas ketuntasan dalam

task commitment  7

 

Berdasarkan tabel 4.7 dapat disimpulkan bahwa peserta didik mendapatkan nilai 6 dalam mengerjakan tugas dari guru (dapat menebalkan 6 baris) berarti masih kurang tercapai

Pada kegiatan inti guru membuka pelajaran dengan melakukan apersepsi materi, kemudian menerangkan materi pelajaran mengenai benda-benda yang ada di sekitar kelas. Guru menyuruh murid memperhatikan dan menebalkan huruf-huruf yang telah guru berikan kepada siswa. Apabila siswa mogok lagi maka murid memainkan media puzzle sebanyak 3 buah puzzle. Setelah sudah tidak bosan menebalkan tulisan lagi yang diberikan oleh guru pada buku tulisnya. Kegiatan selanjutnya, siswa mulai mendiskusikan tugas pada LKS yang telah dibuat oleh guru. Selama kegiatan berlangsung, guru berkeliling mengobservasi masing-masing siswa. Tujuan observasi yaitu untuk mengamati keaktifan, kerjasama dan keberanian bertanya jawab dalam proses pembelajaran Organologi dengan penerapan model interaktif.

Pada kegiatan akhir guru menyimpulkan materi pelajaran dan mengucapkan terima kasih sudah belajar dengan baik dan tetap semangat belajar.

Tabel 4.6

Nilai Post Test Siswa Tindakan Kedua

 

No.

Nama

Nilai

Keterangan

1.

Muhammad Billy Abdurrachman

10

Batas ketuntasan dalam

task commitment  7

 

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa bahwa 1 langkah lebih maju dibandingkan dengan hasil pre test yang mendapatkan nilai 6, sedangkan nilai post test mendapatkan nilai 7.

 

 

  1. 2.      Analisis, Refleksi dan Revisi Pembelajaran

Berdasarkan hasil pengamalan terhadap tindakan kedua menunjukan bahwa kegiatan pembelajaran dengan penerapan media puzzle sudah mulai ada peningkatan.

Dilihat dari nilai hasil post test ada peningkatan skor nilai hasil antara nilai post test tindakan pertama dengan nilai post test tindakan ada peningkatan yang cukup baik.

Berdasarkan hasil temuan seperti digambarkan di atas, langkah selanjutnya mengadakan refleksi yang hasilnya adalah sebagai berikut:

  1. Guru  perlu  memberikan  suasana pembelajaran yang rilex
  2. Guru perlu mengadakan variasi pembelajan.

Kedua point dia atas harus dilaksanakan sebaik-baiknya agar pembelajaran anak menjadi menyenangkan dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel.4.7

Rangkuman Nilai

 Aktivitas Belajar Siswa Pada Tiap-Tiap Siklus

 

No.

Nama

Nilai Silklus

Keterangan

1.

Muhammad Billy A

Pre Tes

Post Test

I

II

I

II

4

6

7

10

Pada tiap-tiap siklus telah tercapai target pembelajaran

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s